Candi Arimbi: Jejak Sejarah dan Arsitektur Majapahit di Jombang

Candi Arimbi adalah salah satu peninggalan bersejarah dari masa Kerajaan Majapahit yang terletak di Desa Arimbi, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Candi ini menarik perhatian karena struktur arsitekturnya yang unik dan nilai sejarahnya yang tinggi. Berbeda dengan narasi mitos yang sering dikaitkan dengan tokoh Dewi Arimbi dari epos Mahabharata, artikel ini akan membahas Candi Arimbi berdasarkan fakta sejarah, temuan arkeologis, dan analisis logis.


Lokasi dan Penemuan

Candi Arimbi terletak di Desa Arimbi, sebuah daerah yang dikelilingi oleh pemandangan alam yang indah, seperti perbukitan dan sawah. Nama "Arimbi" sendiri diambil dari nama desa tempat candi ini berada, bukan merujuk pada tokoh Dewi Arimbi dari kisah Mahabharata. Candi ini pertama kali ditemukan dalam kondisi rusak dan telah mengalami beberapa upaya pemugaran untuk mempertahankan keutuhannya.

Struktur dan Arsitektur

Candi Arimbi memiliki ciri khas arsitektur Jawa Timur pada masa Majapahit. Berikut adalah detail strukturnya:

  1. Pondasi Batu Bata Merah: Pondasi candi terbuat dari batu bata merah, yang merupakan material umum digunakan dalam pembangunan candi pada masa Majapahit. Batu bata merah dipilih karena mudah didapat dan tahan lama.

  2. Bangunan Atas Batu Andesit: Bagian atas candi terbuat dari batu andesit, yang lebih kuat dan cocok untuk diukir. Batu andesit ini dihiasi dengan relief-relief yang menggambarkan berbagai motif, kemungkinan besar terkait dengan kepercayaan dan budaya pada masa itu.

  3. Relief dan Ornamen: Relief yang ada di Candi Arimbi menunjukkan pengaruh Hindu, yang dominan pada masa Majapahit. Meskipun tidak banyak relief yang utuh, beberapa bagian masih menunjukkan detail ukiran yang halus dan indah.

Temuan Arca Ratu Tribhuwana Tunggadewi

Salah satu temuan penting di Candi Arimbi adalah arca Ratu Tribhuwana Tunggadewi, salah satu ratu penting dari Kerajaan Majapahit. Ratu Tribhuwana Tunggadewi memerintah pada abad ke-14 dan dikenal sebagai pemimpin yang kuat serta berjasa dalam memajukan kerajaan. Temuan arca ini menjadi petunjuk kuat bahwa Candi Arimbi mungkin merupakan candi pendarmaan untuk menghormati sang ratu.

Fungsi Candi Arimbi

Berdasarkan temuan arkeologis dan analisis sejarah, Candi Arimbi kemungkinan besar memiliki fungsi sebagai:

Candi Pendarmaan: Candi ini dibangun untuk menghormati dan memuliakan Ratu Tribhuwana Tunggadewi. Candi pendarmaan biasanya digunakan sebagai tempat pemujaan dan penghormatan terhadap tokoh penting, seperti raja atau ratu.

Tempat Ritual dan Keagamaan: Sebagai candi Hindu, Candi Arimbi mungkin juga digunakan untuk kegiatan ritual dan keagamaan pada masa Majapahit.

Simbol Kekuasaan: Pembangunan candi ini juga bisa menjadi simbol kekuasaan dan kejayaan Kerajaan Majapahit pada masa pemerintahan Ratu Tribhuwana Tunggadewi.

Analisis Logis tentang Nama dan Legenda

Nama "Arimbi" sering dikaitkan dengan tokoh Dewi Arimbi dari epos Mahabharata. Namun, berdasarkan fakta sejarah, nama ini lebih terkait dengan lokasi candi (Desa Arimbi) daripada tokoh mitologi tersebut. Kisah Dewi Arimbi dan Bima dari Mahabharata terjadi ribuan tahun sebelum Candi Arimbi dibangun, sehingga tidak ada hubungan langsung antara candi ini dengan kisah tersebut.

Legenda yang berkembang kemungkinan besar merupakan hasil dari adaptasi budaya masyarakat setempat, di mana kisah-kisah mitologi diintegrasikan ke dalam situs sejarah untuk memberikan makna dan nilai spiritual.

Konteks Sejarah Majapahit

Candi Arimbi dibangun pada masa kejayaan Kerajaan Majapahit (abad ke-14), sebuah kerajaan besar yang menguasai sebagian besar Nusantara. Pada masa ini, seni dan arsitektur berkembang pesat, dengan banyak candi dan bangunan megah yang dibangun sebagai simbol kekuasaan dan keagamaan. Candi Arimbi adalah salah satu contoh dari kemajuan arsitektur dan budaya pada masa itu.

Upaya Pelestarian

Candi Arimbi saat ini berada dalam kondisi yang memerlukan perhatian serius. Beberapa upaya pemugaran telah dilakukan, tetapi masih diperlukan langkah-langkah lebih lanjut untuk menjaga keutuhan candi ini. Pelestarian Candi Arimbi tidak hanya penting untuk menjaga warisan sejarah, tetapi juga sebagai sarana edukasi bagi generasi muda tentang kejayaan masa lalu.

Kesimpulan

Candi Arimbi adalah salah satu peninggalan bersejarah dari masa Kerajaan Majapahit yang memiliki nilai arsitektur dan sejarah tinggi. Berdasarkan temuan arkeologis, candi ini kemungkinan besar merupakan candi pendarmaan untuk menghormati Ratu Tribhuwana Tunggadewi. Nama "Arimbi" lebih terkait dengan lokasi candi daripada tokoh mitologi Dewi Arimbi.

Dengan memahami Candi Arimbi berdasarkan fakta sejarah dan logika, kita dapat menghargai warisan budaya ini tanpa terjebak dalam narasi mitos. Mari kita jaga dan lestarikan Candi Arimbi sebagai bagian dari identitas budaya Nusantara.

Referensi

Data arkeologis dari Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Timur.

Catatan sejarah tentang Ratu Tribhuwana Tunggadewi dan Kerajaan Majapahit.

Observasi lapangan dan studi literatur tentang Candi Arimbi.

(Sasmita Aji)

Postingan Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *